
RUBLIK DEPOK- Rasa trauma dan kesedihan yang terus berlangsung meskipun seseorang telah berusahahealingsering kali menjadi tanda bahwa proses pemulihan emosional belum sepenuhnya selesai. Banyak pembaca RUBLIK DEPOK juga mengalami kejadian serupa, sehingga penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalam pikiran dan tubuh ketika luka batin tidak kunjung sembuh.
Mengapa Proses Penyembuhan Tidak Selalu Menghilangkan Rasa Sedih?
1. Proses Pemulihan Emosional Tidak Berbentuk Garis Lurus
Pemulihan tidak berlangsung secara lurus dan stabil. Terkadang ada hari di mana perasaan tenang muncul, namun esok harinya kembali muncul rasa sedih atau cemas. Perubahan naik-turun ini merupakan bagian alami dari cara otak beradaptasi terhadap pengalaman traumatis.
2. Luka Emosional Bisa Lebih Mendalam daripada yang Diketahui
Seseorang mungkin merasa "sudah baik-baik saja" dari luar, namun di dalam pikirannya masih terdapat kenangan atau perasaan yang belum terselesaikan. Trauma yang tidak sepenuhnya ditangani akan terus muncul dalam bentuk rasa kosong, gelisah, atau mudah terganggu.
3. Pemicu untuk Mengingat Kembali Kenangan Lama
Hal-hal kecil seperti ucapan seseorang, lokasi tertentu, bau, atau kisah bisa membangkitkan kembali kenangan yang terkait dengan trauma. Pemicu ini secara otomatis membuat otak berada dalam kondisi bertahan, sehingga perasaan sedih muncul kembali tanpa disadari.
4. Perasaan yang Pernah Disembunyikan Sering Kembali Muncul Kembali
Banyak orang berusaha tampil tangguh dengan menahan air mata atau mengalihkan perhatian. Namun, emosi yang disembunyikan justru akan muncul kembali pada saat yang tidak terduga. Pikiran sebenarnya membutuhkan kesempatan untuk menghadapi rasa sakit tersebut.
5. Tubuh Menyimpan Tanda-Tanda Trauma
Bukan hanya pikiran, tubuh manusia juga menyimpan reaksi terhadap pengalaman traumatis. Detak jantung yang cepat, kesulitan tidur, ketegangan berlebihan, atau merasa lelah secara terus-menerus menunjukkan bahwa sistem saraf belum sepenuhnya stabil.
Tanda bahwa Kamu Masih Menggenggam Beban Emosional
1. Tiba-Tiba Merasa Sedih Tanpa Sebab yang Jelas
Hal ini dapat terjadi karena otak masih mencatat pola yang lama dan belum sepenuhnya merasa nyaman.
2. Sulit Merasa Bahagia Meskipun Kondisi Sedang Baik-Baik Saja
Keadaan ini sering disebut sebagaiemotional numbness atau mati rasa emosional.
3. Rentan Khawatir, Terlalu Berpikir Berlebihan, atau Selalu Waspada
Tubuh berada dalam kondisi bertahan karena belum percaya bahwa situasi sudah aman.
4. Menghindari Situasi Tertentu
Penghindaran merupakan cara perlindungan diri untuk mengatasi rasa takut terhadap pemicu yang menyebabkan trauma.
Cara Mengatasi Diri Agar Trauma Perlahan Hilang
1. Mengakui Bahwa Proses Pemulihan Memang Memakan Waktu
Penerimaan dapat mengurangi tekanan untuk "segera pulih".
2. Berdiskusi dengan Seseorang yang Dapat Dipercaya
Cerita yang disampaikan secara perlahan membuat beban perasaan terasa lebih ringan.
3. Terapkan Teknik Grounding atau Kesadaran Penuh
Sesuai untuk meredakan sistem saraf saat pikiran mulai kembali ke masa lalu.
4. Olahraga Ringan dan Pengaturan Pola Pernapasan
Kegiatan fisik membantu tubuh menghilangkan ketegangan yang berkaitan dengan pengalaman traumatis.
5. Pertimbangkan Bimbingan atau Pengobatan
Terapi seperti CBT atau EMDR telah terbukti ampuh dalam mengatasi trauma yang berlarut.
6. Izinkan Diri Mengalami Perasaan
Alih-alih menahan diri, coba berikan kesempatan pada perasaan untuk muncul dan diproses.
Kesimpulan
Rasa sakit dan kesedihan yang terus berlangsung bukanlah tanda kegagalan, melainkan tanda bahwa ada aspek tertentu dalam diri yang masih memerlukan perhatian. Proses penyembuhan adalah sebuah perjalanan yang panjang, bukan tujuan yang bisa dicapai secara instan. Dengan memahami hal ini, seseorang dapat menjadi lebih sabar dan lembut terhadap dirinya sendiri, serta mengambil langkah-langkah yang lebih tepat untuk pulih sepenuhnya.
Post a Comment