Ringkasan Berita:
- Cara Penipuan WO Ayu Puspita
- Para Korban Mengalami Kerugian Besar dan Kebingungan dalam Acara
- Polisi Menahan Lima Orang dan Melaporkan 87 Korban
Masrizky.biz.idAcara pernikahan yang seharusnya menjadi awal dari perjalanan penuh kebahagiaan bagi ratusan pasangan, kini justru dihiasi oleh kabut kecemasan, kemarahan, dan harapan panjang akan keadilan.
Skandal penipuan yang dilakukan oleh Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita tiba-tiba menggegerkan masyarakat seperti halnya petir di siang hari.
Di tengah keramaian pemberitaan dan besarnya tuntutan dari masyarakat, para korban secara perlahan mulai muncul, bercerita tentang pengalaman menyedihkan yang mereka alami.
Di tengah deretan luka, suara Satrio Yuda terdengar. Ceritanya menjadi gambaran jelas tentang bagaimana janji manis bisa berubah menjadi bencana ketika segala sesuatu yang dijanjikan ternyata hanya bayangan belaka.
Tertarik dengan Bonus 14 Gubukan: Awal dari Segala Kekacauan
Satrio Yuda mengakui bahwa awalnya ia memilih WO Ayu Puspita karena paket pernikahan yang sangat menarik.
Ia tidak membantah bahwa bonus 14 paket makanan yang disajikan dalam satu paket menjadi alasan utamanya merasa cocok.
Harga yang jauh lebih murah dibandingkan penyedia jasa pernikahan lainnya membuatnya semakin percaya bahwa ia telah menemukan layanan terbaik untuk momen penting dalam hidupnya.
Setiap kali melakukan pembayaran cicilan, dia selalu ditawarkan tambahan bonus.
"Kita diberi harapan dengan berbagai bonus yang cukup banyak.
Dari total, jadi kita memiliki pembayaran yang terbagi menjadi tiga tahap. Untuk tahap pertama yaitu uang muka sebesar 50 persen, biasanya dari pihak marketingnya menggunakan WhatsApp," kata Satrio di Polres Metro Jakarta Utara, Senin (8/12/2025).
Bonus demi bonus yang dijanjikan membuat keputusan terasa begitu ringan. Segalanya terlihat sempurna, seakan rezeki datang tepat pada waktunya.
Jika ingin melakukan pembayaran kembali nanti kita akan mendapatkan beberapa bonus, sehingga banyak orang yang tertarik.
Saya mendapatkan bonus sekitar 14 gubukan. Jadi, jika dihitung dengan cara lain, 14 gubukan dengan harga Rp170 juta tergolong murah," tambahnya.
Dari keseluruhan harga paket senilai Rp170 juta, Satrio mengungkapkan bahwa dirinya dan pasangannya telah membayar sekitar Rp147 juta.
Jumlah besar yang dibayarkan dengan penuh keyakinan, kini berubah menjadi rasa sesak di dada.
Cerita Samuel: Pesta Pernikahan yang Kacau dan Bulan Madu yang Tidak Pernah Terjadi
Tidak jauh berbeda, Samuel menjadi korban lain dengan pengalaman yang tidak kalah menyedihkan. Pesta pernikahannya yang diadakan di Gedung Pelindo berubah menjadi kekacauan yang total.
Para tamu undangan harus pulang lebih awal karena tidak ada hidangan yang disajikan.
"Aku sudah lunas, sekitar Rp82 juta tambahan," katanya pelan.
Seharusnya, setelah pesta pernikahan, Samuel dan istrinya akan berangkat bulan madu ke Bali. Villa telah dibayar, rencana romansa bersama sudah disusun.
Namun semuanya hancur begitu saja. Tiket pesawat yang dijanjikan oleh WO tidak pernah ada.
“Karena dia mengira sudah membelikan tiket pesawat,” katanya, dengan nada sedih.
Apa yang seharusnya menjadi momen paling indah setelah ijab kabul, justru berubah menjadi deretan kekecewaan, kemarahan, dan akhirnya laporan ke polisi.
Polisi Menangkap Lima Orang Termasuk Ayu Puspita
Kini pihak berwajib sedang menyelidiki kasus tersebut. Lima orang telah ditahan, termasuk pemilik WO, Ayu Puspita.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan:
Sampai saat ini telah ditahan 1 orang tersangka pelaku dengan inisial APD (direktur WO Ayu Puspita) beserta 4 tersangka lainnya," katanya.
Penyelidikan dilakukan secara terus-menerus oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara. Kemungkinan besar status pihak-pihak terkait akan dinaikkan menjadi tersangka dengan tindakan penahanan.
Selain itu, terdapat korban yang melaporkan ke Polda Metro Jaya pada hari Minggu (7/12/2025), mengeluhkan ketidaksesuaian perjanjian awal.
Proses penyelesaian masih berlangsung sambil menentukan lokasi kejadian agar penanganannya lebih akurat.
87 Korban Terdaftar, Kerugian Masih Sedang Dihitung
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dari para korban.
"Kami telah menerima laporan dari para korban WO tersebut, sejak semalam lima orang dari pihak WO sedang kami periksa," katanya.
Semua pihak yang diperiksa telah ditahan, termasuk Ayu Puspita dan para stafnya.
Sampai saat ini, jumlah korban yang tercatat mencapai 87 orang, menyebar di berbagai daerah.
Penyidik masih menentukan jumlah kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah secara keseluruhan, bahkan lebih.
***
(TribunTrends)
Jangan lewatkan berita-berita menarik lainnya di Masrizky.biz.id Google News, Threads dan Facebook
Post a Comment