Apa Arti Nama Mualem? Ini Makna Nama Karib Muzakir Manaf, Gubernur Aceh Mantan Panglima GAM

BERITA DIY- Di setiap sudut kafe di Aceh hingga ruang-ruang diskusi politik nasional, nama Muzakir Manaf jarang disebut secara terpisah. Hampir selalu ada satu kata yang melekat sebelumnya atau bahkan menggantikannya:"Mualem".

Tokoh yang kini secara resmi menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2025–2030 memiliki latar belakang yang menarik.

Ia bukan seorang birokrat yang berkarier, melainkan mantan Komandan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berubah menjadi seorang politisi handal.

Namun, bagi masyarakat yang berada di luar Aceh, sebutan "Mualem" sering kali menimbulkan pertanyaan.Apakah itu nama asli? Atau gelar kehormatan?

Untuk memahaminya, kita harus melacak asal-usul bahasa, tradisi masyarakat Aceh, serta sejarah panjang perjuangan gubernur tersebut dari hutan belantara hingga ke istana kekuasaan.

Profil Sang Gubernur: Perubahan Pejuang Menjadi Negarawan

Secara administratif, namanya yang lengkap ialahH. Muzakir Manaf. Dikutip dari data Kompaspedia dan DataIndonesia.id, seorang pria yang lahir di Seuneudon, Aceh Utara, pada 3 April 1964, merupakan tokoh utama dalam sejarah Aceh modern.

Kariernya melesat dari Panglima Militer GAM pasca-meninggalnya Tgk Abdullah Syafi'i, menjadi Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) setelah damai, mendirikan Partai Aceh, menjabat Wakil Gubernur (2012-2017), hingga akhirnya memenangkan Pilkada 2024 dan dilantik sebagai Gubernur Aceh.

Jalannya dianggap sebagai simbol keberhasilan transformasi dari perjuangan bersenjata menjadi perjuangan politik yang konstitusional.

Menggali Arti Kata "Mualem"

Penting untuk diluruskan bahwa "Mualem" bukanlah nama asliyang tercantum dalam akta kelahiran atau kartu tanda penduduk. Ini merupakan gelar kehormatan dan panggilan yang akrab dengan makna sosial yang signifikan.

Dilansir dari ulasan budaya diAcehTrend dan Inilah.com, dalam tradisi masyarakat Aceh, istilah "Mualem" memiliki maknaGuru", "Ahli", "Pelatih", atau "Pemandu Jalan.

Gelar ini tidak diberikan sembarangan. Pada masa konflik Aceh berkecamuk, sebutan ini disematkan kepada seseorang yang dianggap memiliki pengetahuan mumpuni, khususnya dalam ilmu militer, strategi, dan kepemimpinan. Mualem adalah sosok yang didengar cakapnya, ditiru lakunya, dan dipatuhi komandonya.

Jejak Sejarah: "Lulusan" Libya dan Pendidikan Militer

Mengapa Muzakir Manaf dikenal dengan sebutan Mualem? Jawabannya terletak pada riwayat pendidikannya saat masih muda.

Pada tahun 1980-an, Muzakir Manaf merupakan salah satu pemuda Aceh yang terpilih untuk dikirim ke Libya. Ia menjalani pelatihan militer ketat di Camp Tajura.

Ia bukan hanya seorang peserta pelatihan biasa. Sejarah menyebutkan bahwa ia pernah menjadi bagian dari pasukan pengawal khusus Muammar Khadafi.

Saat kembali ke Aceh, ilmu militer dan strategi pertempuran yang ia kuasai menjadikannya sebagai instruktur dan pelatih bagi kombatan GAM lainnya.

Dari sini asal mula julukan "Mualem" (Sang Guru/Pelatih) melekat kuat. Pasukan di lapangan memanggilnya demikian sebagai tanda penghormatan kepada guru militer mereka.

Panggilan ini tetap bertahan melintasi berbagai era, mulai dari masa perang gerilya di hutan hingga masa perdamaian di gedung pemerintah.

Simbol Identitas Politik Aceh

Hari ini, panggilan Mualem telah bertransformasi menjadi identitas politik yang kuat. Ketika media atau warga menyebut "Mualem", mereka tidak hanya memanggil Muzakir Manaf sebagai individu, tetapi juga mengakui sejarah dan otoritasnya.

Dalam berbagai pemberitaan pelantikannya sebagai Gubernur Aceh bersama wakilnya Fadhlullah (Dek Fad), media nasional dan lokal konsisten menggunakan narasi Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang dikenal dengan panggilan Mualem.

Hal ini menunjukkan bahwa gelar tersebut diakui secara nasional sebagai bagian tak terpisahkan dari kepribadian politik gubernur tersebut.

Post a Comment

Previous Post Next Post