ISTRI eks Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, Ayu Resmiyati, meninggal dunia pada usia 81 tahun pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025. Jenazahnya dikebumikan di TPU Tanah Kusir pada hari Minggu, 24 Agustus 2025. Refina Muhammad—putri kedua Etty—yang biasa disapa Ayu Resmiyati meminta agar diberikan kesempatan untuk memohon maaf bagi almarhumah ibunya. “Harapkan juga dilakukan doa agar amal ibadah almarhumah diterima, dosa-dosanya diampuni, kuburnya dilapangkan dan diterangani. Aamiin allahumma aamiin,” tulis Refina.
Ketua Yayasan Permata Sari, Fardiah Fahmid, mengenang almarhumah Etty sebagai seorang istri yang mendukung karier suaminya, memiliki sifat jujur, dapat dipercaya, serta memperbaiki citra perempuan. "Di dalam keluarga, Ibu Etty sangat dicintai oleh suami, anak-anak, cucu, dan menantu. Kami sangat kehilangan dan berkomitmen untuk meneruskan cita-citanya," ujar Fardiah dalam pesannya kepada Tempo, Minggu, 24 Agustus 2025.
Almarhumah Etty merupakan pendiri Yayasan Permata Sari sejak tahun 1976. Yayasan ini bergerak dalam bidang pendidikan dengan nama Sekolah Islam Cikal Harapan. Pada awal berdirinya, sekolah tersebut hanya memiliki 4 siswa. Kini, jumlah siswanya telah mencapai 2.600 orang, serta terdapat 260 guru dan karyawan yang berasal dari 11 sekolah tingkat PAUD, SD, SMP, SMA, dan juga 2 Masjid.
"Semua ini dibangun melalui pinjaman tanpa memanfaatkan fasilitas jabatan suami (Mar'ie Muhammad)," ujar Fardiah. Ia menyampaikan bahwa seiring bertambahnya usia almarhumah Etty, ia telah membentuk kader-kader penerus untuk meneruskan cita-cita dan perjuangan yang diinginkan. "Ibu adalah sosok pemimpin wanita yang lembut, teliti, bijaksana, mandiri, dan tegas," katanya. Almarhumah Etty pernah menjabat sebagai Ketua Pembina Yayasan Permata Sari sebelum meninggal dunia.
Etty merupakan salah satu tokoh dari angkatan 66, anggota HMI, dan memiliki profesi sebagai Notaris. Selama hidupnya, Etty dikenal sebagai figur perempuan yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Ria Pembangunan yang terdiri dari istri-istri para menteri pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, serta menjadi Dewan Pembina sebelum meninggal. Ia juga pernah menjabat sebagai Dewan Pembina dan Ketua Orbit Ainun Habibie yang bergerak dalam memberikan beasiswa bagi anak-anak Indonesia yang berbakat namun membutuhkan bantuan. Selain itu, Etty pernah menjabat sebagai Ketua Darmawanita Dirjen Pajak kemudian Darmawanita Departemen Keuangan.
Mar'ie Muhammad menjabat sebagai menteri keuangan pada masa pemerintahan Soeharto. Pria yang dikenal dengan julukan Mr. Clean ini menjabat dari tahun 1993 hingga 1998.
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berfoto bersama dengan istri almarhum Mar'ie Muhammad, Ayu Resmayati Mar'ie Muhammad, setelah penyerahan buku Mar'ie Muhammad di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, 6 Februari 2025. Antara/Bayu Pratama S.
Berdasarkan laporan Tempo yang terbit pada 9 November 1998, Etty dikenal pernah menjual nasi bungkus. Setiap hari Jumat, Yayasan Permata Sari menyediakan warung nasi bungkus di kampus Universitas Indonesia, Depok, serta Institut Kejuruan Ilmu Pendidikan Jakarta. Saat itu, Etty menjabat sebagai Ketua Yayasan Permata Sari.
Dulunya, sebungkus nasi yang disertai ayam goreng, sayur, dan air mineral dijual dengan harga Rp 1.000 saja. Padahal, di warung-warung lain biasanya dijual dengan harga Rp 5.000. Sebanyak 150 bungkus nasi terjual setiap hari untuk membantu mahasiswa yang sedang menghadapi kesulitan finansial. Etty tidak ingin memberikan banyak komentar tentang usahanya tersebut. "Kan hanya sedikit," ujar Etty.
Mengutip tulisan jurnalis senior, Edhy Aruman, Etty lahir di Jakarta pada 10 Februari 1944. Ia merupakan anak ke-10 dari 13 bersaudara yang lahir dari pasangan H. Achmad Suhada dan Hj. Ayu Suchasmi. Etty besar dalam lingkungan keluarga asal Banten yang menghargai nilai etika, agama, serta pendidikan. Sejak kecil, Etty sudah terbiasa dengan semangat pelayanan dan kehidupan sederhana. Meskipun lahir dan tumbuh di Jakarta, hatinya tetap memegang teguh nilai tradisional dari keluarganya di Menes, Banten.
Salah satu kisah yang paling menggambarkan prinsip hidupnya tersimpan dalam kenangan akan pesan suaminya. "Jaga perkataanmu. Jaga tingkah lakumu."
Sebuah nasihat sederhana dari Mar'ie Muhammad kepada istrinya yang tercinta, namun mengandung makna moral yang mendalam. Di tengah dunia yang rentan terjebak dalam formalitas, ucapan kosong, dan penampilan, Etty justru menunjukkan kejelasan etika.
Ia pernah menolak hadiah sebuah tas dari ibu-ibu KBRI hanya karena khawatir merusak integritas suaminya. Meskipun, tidak ada yang melanggar hukum dalam pemberian tersebut. Namun, bagi Etty, menghindari kesan kompromi merupakan bagian dari menjaga kehormatan diri sendiri dan negara.
Annisa Febiola berperan dalam penyusunan artikel ini.
Post a Comment