Berapa jumlah spesies burung dalam famili tersebut?Paradiseyang kamu ketahui? Jika belum sepenuhnya, maka kamu perlu mengenal kuakalame kurikuri ataublack sicklebill. Mereka merupakan spesies burung terbesar di dalam keluarga tersebutParadisaeidae dengan nama ilmiah Epimachus fastosus. Pada spesies ini, kamu dapat dengan mudah membedakan jantan dan betina, lho. Bagaimana caranya? Perhatikan ukurannya! Panjang jantan bisa mencapai 1,1 meter, termasuk ekornya yang panjang.

Selain itu, kepala jantan yang berwarna hitam memiliki kilau biru kehijauan dan ungu. Demikian pula dengan punggungnya yang hitam dan memiliki kilau ungu, sementara bulu besar di bagian punggungnya berwarna biru-hijau metalik. Sedangkan bagian dadanya berwarna hitam kecokelatan. Secara keseluruhan penampilan mereka sangat menarik. Sementara ukuran betina sekitar 55 sentimeter dan tidak memiliki kilau logam. Punggungnya cenderung berwarna cokelat dengan bagian bawah tubuh yang berwarna krem pucat.

Setelah mengetahui cara membedakannya, saatnya mengenal mereka melalui penjelasan berikut ini!

1. Bisa kamu temui di Papua!

Jenis burung ini tinggal di pegunungan barat dan tengah Papua Nugini, mulai dari Vogelkop di Papua, Indonesia, hingga Pegunungan Torricelli, Bewani, dan Kratke di Papua Nugini. Tempat tinggal kuakalame kurikuri berdekatan dengan kebun kopi atau permukiman, khususnya di Lembah Tari dan Pegunungan Tamrau.

Datazone Birdlife memberitahukan bahwa penyebaran populasi tidak merata, meskipun sebarannya luas. Mungkin kamu dapat melihat banyak dari spesies ini di beberapa lokasi, tetapi di tempat lain jarang ditemui. Selain itu, masih ada banyak daerah di Papua yang belum dilakukan survei. Oleh karena itu, kemungkinan besar masih terdapat populasi mereka di wilayah lain, seperti di Pegunungan Arfak dan Foja.

2. Apa yang dimakannya?

Anda dapat menemukan burung kuakalame kurikuri di hutan pegunungan, khususnya pada ketinggian 1.800 hingga 2.150 meter. Karena tinggal di hutan primer, Anda mungkin juga menemukannya di hutan sekunder maupun di tepi kebun. Burung ini sering mencari makan di daun pohon, mengonsumsi buah-buahan serta hewan kecil seperti serangga yang mungkin tersembunyi di antara tumbuhan lainnya.

3. Dapat menghasilkan keturunan hibrida ketika berkawin dengan spesies lain

Peluang bagi burung kurikuri untuk kawin dengan spesies lain sangat besar. Di lingkungan alami, mereka mampu menghasilkan keturunan campuran dengan spesies lain.astrapian arfak.Keturunan mereka dahulu dianggap sebagai dua spesies yang berbeda yaituelliot's sicklebill dan astrapian sickebill. Banyak ahli ornitologi memandang keduanya bukan sebagai spesies asli, melainkan hasil persilangan.

Melansir iNaturalist, berbeda dengan pandangan sebelumnya, para ahli lain menilai bahwaelliot's sicklebill itu dianggap sebagai spesies asli dan bukan hasil persilangan. Terdapat juga laporan tentang perkawinan silang denganlong-tailed paradigalla, superb bird-of-paradise dan crescent-caped lophorina.

4. Suaranya terdengar unik

Sama seperti burung lainnya, burung kuakalame kurikuri memiliki suara khas yang bunyinya mirip dengan 'kwit-it, kwit-it'.Suara mereka sangat nyaring sehingga bisa terdengar dari jauh. Kamu dapat mendengar vokalisasinya ketika mengunjungi tempat tinggal alaminya. Meskipun kamu tidak melihat bentuknya secara langsung, jika kamu sudah mendengar suara tersebut maka mereka memang berada tidak jauh darimu. Meskipun demikian, spesies dengan vokalisasi paling unik justru jatuh padabrown sicklebill, lho.

5. Sistem pernikahan kuakalame kurikuri

Sistem pernikahan kuakalame kurikuri berupa poligini, di mana jantan dapat berpasangan dengan lebih dari satu betina. Meskipun mereka hidup sendiri, mereka cenderung berpindah-pindah pasangan. Untuk menarik perhatian betina, mereka akan menyanyi dan menunjukkan bulunya. Kamu dapat mengunjungi tempat tinggalnya pada bulan September, Oktober, serta Februari hingga April jika ingin melihatnya.

Saat berkicau, terdapat gerakan tambahan seperti melipat kaki sambil bergoyang. Puncak musim kawin terjadi antara bulan November hingga Februari. Selain tidak setia, jantan tidak ikut berkontribusi dalam membangun sarang maupun merawat anak-anaknya. Semua tugas tersebut dilakukan sendirian oleh betina, menurut laporan.Australian Museum.

Memang, burung indah ini dapat ditemukan di Indonesia, khususnya di Papua. Namun, jumlahnya terus menurun. Mereka menghadapi ancaman dari perburuan ilegal dan serangan predator. Selain itu, manusia juga turut berkontribusi dalam penurunan populasi mereka akibat aktivitas penebangan hutan yang tidak terkendali.

Oleh karena itu, spesies ini dikategorikan sebagaivulnerableoleh IUCN. Namun, laporan pada tahun 2017 menunjukkan perubahan statusnya menjadileast concern. Sayangnya, belum ada data yang jelas mengenai jumlah populasi spesies tersebut di alam liar saat ini. Apakah tertarik melihatnya secara langsung?

5 Fakta Burung Cipoh Kacat, Burung Kecil dengan Upacara Perkawinan yang Berbeda 5 Fakta Burung Srigunting Hitam, Suaranya Mengagumkan

Post a Comment

Previous Post Next Post