masrizky.biz.id–Seni tidak hanya menyajikan keindahan, tetapi juga terbukti memberikan manfaat bagi kesehatan jiwa.

Banyak penelitian internasional dan studi psikologis di Indonesia menunjukkan bahwa kegiatan seperti melukis, menulis, bermain musik, atau hanya sekadar menikmati seni dapat membantu mengurangi rasa stres, meningkatkan perasaan positif, serta memperkuat ketahanan jiwa.

Di tengah kehidupan modern yang penuh dengan kesibukan, tekanan emosional seringkali sulit untuk dihindari. Banyak orang berusaha mencari metode untuk menjaga kesehatan pikiran, mulai dari berolahraga hingga melakukan meditasi. Namun, terdapat satu pendekatan yang semakin mendapatkan perhatian: seni.

Berdasarkan laporan dari Mental Health Foundation (2024), terlibat dalam seni, baik sebagai pelaku maupun penggemar, mampu mengurangi tingkat stres, meningkatkan perasaan bahagia, serta memperkuat hubungan sosial.

Dengan melalui seni, seseorang mampu menyampaikan emosi yang sulit dijelaskan melalui ucapan.

Seni sebagai Terapi Emosional

Penelitian dari Universitas Brawijaya (FIB UB) menunjukkan bahwa karya seni berdampak psikologis yang besar, terutama dalam membantu seseorang menghadapi perasaan yang rumit seperti kesedihan, kecemasan, atau luka batin.

Seni bisa berfungsi sebagai "media katarsis", yaitu sarana untuk melepaskan beban emosional dengan cara yang aman dan produktif.

Hal yang sama juga ditemukan dalam penelitian yang diterbitkan di Psychology Today (2025). Seni tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga meningkatkan kemampuan psikologis seseorang dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Melalui seni melukis, menari, atau menulis, seseorang belajar mengelola perasaan, meningkatkan empati, dan menemukan pandangan yang berbeda terhadap tantangan yang dihadapi.

Penelitian yang dilakukan oleh ScienceDirect pada tahun 2025 mengungkapkan bahwa terapi berbasis seni memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan mental pada penderita depresi dan gangguan kecemasan.

Kegiatan kreatif dapat merangsang area otak yang berkaitan dengan pengendalian emosi, sehingga membantu mengurangi gejala stres secara signifikan.

Di sisi lain, Universitas Husson menekankan bahwa terapi seni kini semakin diakui secara internasional sebagai salah satu metode yang efektif dalam psikologi klinis.

Dengan menggambar, menyusun lagu, atau menulis tanpa batas, seseorang bisa menemukan metode yang baik untuk mengekspresikan emosi.

Di Indonesia, penelitian yang dilakukan oleh ISBI Bandung pada tahun 2022 menunjukkan bahwa banyak komunitas seni telah berhasil membantu anggotanya mengatasi tekanan psikologis.

Kegiatan sederhana seperti kelas melukis bersama, tarian tradisional, atau musik komunitas, tidak hanya meningkatkan kebahagiaan tetapi juga membangun rasa persatuan.

Sebagai contoh, seseorang yang mengalami kecemasan berlebihan mungkin merasa lebih tenang setelah mengekspresikan pikirannya melalui puisi.

Demikian pula bagi mereka yang merasa kesepian, merasa lebih terhubung setelah bergabung dengan kelompok musik atau teater.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Abstrak (2023) menyatakan bahwa seni tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi tempat untuk mengintrospeksi diri.

Di tengah era digital yang penuh gangguan, terlibat dalam seni dapat memperlambat laju kehidupan, menciptakan momen diam, serta mengembalikan perhatian pada hal-hal yang penting.

Selain itu, seni juga memperkuat hubungan antar individu. Ketika seseorang membagikan karya seni, mereka sebenarnya sedang menciptakan jembatan komunikasi, mengembangkan rasa empati, dan memperkuat ikatan sosial.

Beberapa langkah mudah untuk menjadikan seni sebagai bagian dari kesehatan mental harian:

  • Sisihkan waktu 15 hingga 30 menit untuk melakukan kegiatan seperti menggambar, menulis, atau bermain alat musik.

  • Bergabung dengan komunitas seni di sekitar lingkungan untuk memperluas jaringan sosial.

  • Jadikan apresiasi seni sebagai kegiatan rutin, seperti mengunjungi pameran, menghadiri konser, atau membaca karya sastra.

  • Gunakan seni sebagai buku harian perasaan, tulis atau gambarlah emosi Anda alih-alih menyembunyikannya.

Seni merupakan ruang yang aman untuk merasakan, mengekspresikan, dan memulihkan diri. Bukan hanya sekadar kegemaran, tetapi juga jalan menuju kesehatan mental yang lebih baik. Melalui seni, seseorang belajar menerima dirinya sendiri, mengubah perasaan menjadi karya, serta menemukan makna baru dalam kehidupan. Oleh karena itu, menjadikan seni sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari tidak hanya memperkaya jiwa, tetapi juga menjaga kesehatan mental agar tetap tangguh menghadapi tantangan masa kini.

Post a Comment

Previous Post Next Post